CCNA Lanjut MODUL 9

17 06 2009

1. Refer to the exhibit. What are two possible causes for the interface status? (Choose two.)
The loopback address is not set.
*The encapsulation type is mismatched.
A cable is not attached to the interface.
*Keepalive messages are not being received.
The interface is administratively shut down.

2. A network administrator is upgrading a Cisco 1841 router by adding a WIC-2T module card. Which show command can the administrator use to verify that the module is correctly recognized by the router?
show flash:
*show version
show ip route
show startup-configuration

3. Which two conditions identify issues that are confined to Layer 1? (Choose two.)
*cables that exceed maximum length
encapsulation errors
viruses and worms that create excessive broadcast traffic
*poor termination of cables
receiving “line protocol down” messages on the router console

4. Refer to the exhibit. Which three statements are true about the output of the show ip interface brief command? (Choose three.)
*FastEthernet0/0 is functioning correctly.
*The shutdown command has been applied on Serial0/0.
FastEthernet0/0 was configured by the startup-config at bootup.
Serial0/0 is experiencing a Layer 1 network problem.
*FastEthernet0/1 is experiencing a Layer 2 network problem.
Because the port is down, Serial0/1 has an IP address that does not show in the output.

5. A network administrator plugs a new PC into a switch port. The LED for that port changes to solid green. What statement best describes the current status of the port?
There is a duplex mismatch error.
There is a link fault error. This port is unable to forward frames.
*The port is operational and ready to transmit packets.
This port has been disabled by management and is unable to forward frames.
The flash memory is busy.

6. A user is having trouble accessing the Internet. A network administrator begins by verifying that the IP address of the PC is correctly configured. Next the administrator pings the default gateway. Based on this information, what type of troubleshooting method is the administrator employing?
top-down
bottom-up
*divide-and-conquer
impossible to determine from this information

7. A user can access any web page on the Internet but cannot access e-mail. What troubleshooting method would be most efficient for troubleshooting this issue?
*top-down
bottom-up
divide-and-conquer
impossible to determine from this information

8. Which problem is associated with Layer 4 of the OSI model?
*A firewall is blocking Telnet packets to a host.
A host has an incorrect IP address.
A router has no route to a host.
A host sent a malformed HTTP request.

9. An administrator is creating a lab to simulate a WAN connection. During the setup, the administrator notices that there are different encapsulation types on each end of the serial connection. At what layer of the OSI model is this problem occurring?
*Layer 2
Layer 4
Layer 5
Layer 6

10. A PC is able to reach devices that are located both inside and outside the network. However, when trying to reach an FTP server that is located on the same subnet, the PC fails to make a connection. The administrator has several other PCs that are located in the same subnet try a connection to the FTP server and they are successful. Which troubleshooting tool can be used to determine the problem between the PC and the FTP server?
cable tester
digital multimeter
*protocol analyzer
network analyzer

11. Refer to the exhibit. Which IP address is misconfigured and is causing connectivity problems between hosts and servers?
HostA
HostB
Server1
*Server2
R1 Fa0/0
R1 Fa0/1

12. Refer to the exhibit. Users on the 10.12.10.0/24 network are unable to access anyone on the 10.10.10.0/24 network. What two problems exist in the network? (Choose two.)
*R2 is using a different version of RIP.
*R2 has a missing network statement.
R1 has an incorrect network statement.
R3 has an incorrect network statement.
A routing loop is occurring between all three routers.

13. Refer to the exhibit. A network administrator is in the process of sending a preconfigured text file to a router. When the administrator pastes the configuration into the router, an error message appears. What is the problem with the IP addressing scheme?
Serial0/0 is configured with a network address.
The IP address on FastEthernet0/0 overlaps with the IP on FastEthernet0/1.
Serial0/1 is configured with a broadcast address.
*The IP address on FastEthernet0/0 overlaps with the IP on Serial0/1.

14. Refer to the exhibit. Host H1 on the LAN is not able to access the FTP server across the Internet. Which two configuration statements are causing this problem? (Choose two.)
There is no route to the Internet.
The IP address on Fa0/0 is incorrect.
The IP address on S0/0/0 is incorrect.
*The NAT command on the Fa0/0 interface is applied in the wrong direction.
*The NAT command on the S0/0/0 interface is applied in the wrong direction.

15. Refer to the exhibit. The PC is trying to ping router B at 192.168.2.2, but it fails. What is the problem?
The PC is on the wrong subnet.
*The default gateway on the PC should be 192.168.1.1.
The default gateway should be 192.168.2.2.
The DNS server is incorrect.
The IP address for Fa0/0 on router A is incorrect.

16. How many usable host addresses does the 192.168.1.0/25 subnet provide?
254
128
127
*126
64

17. A network technician has isolated a problem at the transport layer of the OSI model. Which question would provide further information about the problem?
*Do you have a firewall that is configured on your PC?
Do you have a link light on your network card?
Is your PC configured to obtain addressing information using DHCP?
What default gateway address is configured in your TCP/IP settings?
Can you ping www.cisco.com?





KUNCI CCNA 4

27 04 2009

Halow pRen2X, kiye kuncine ccnA 4, sing katane marai ribut, tko bukak ae, tapai yAng teliti yow…..hehehehehehehe, tapi sory jg ya,,,cma tak ksih alamate ae, gak tak tampilke ng blog q, “ngebak-ngebaki nggon”. le garap teko santae, “SING PENTING ORA NGRUSAK TANDHURAN”

MODUL 1
MODUL 2
MODUL 3
MODUL 4
MODUL 5
MODUL 6
MODUL 7
MODUL 8
MODUL 9





FUNGSI MANAJEMEN

22 02 2009

gew konco

gew konco

ETIMOLOGI MANAJEMEN

Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini lalu terpengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. [1]. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Sejarah

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun.[2] Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.[3]

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.

Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.

Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk “birokrasi yang ideal” itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.[4]

Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirlkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

TEORI MANAJEMEN

Manajemen ilmiah

Frederick Winslow Taylor.

Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.” Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.

Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama—nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah “teknik paling baik” dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.

Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:
Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.
Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, atau kembangkanlah pekerja tersebut.
Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untu menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.
Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.

Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut.

Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional.

Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.

Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari.

Teori Administrasi Umum

Teori administrasi umum atau, dalam bahasa Inggris, general theory of administration, adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Sumbangan penting untuk teori ini datang dari industrialis Perancis Henri Fayol dengan 14 prinsip manajemen-nya dan sosiolog Jerman Max Weber dengan konsep birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikande dengan jelas, peraturan dan ketetapan rinci, dan sejumlah hubungan impersonal.

Pendekatan kuantitatif

Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif—seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi komputer—untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya; analisis jalur krisis (Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien; model kuantitas pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum; dan lain-lain.

Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki “Whiz Kids.” Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.

Kajian Hawthorne

Kajian Hawthrone adalah serangkaian kajian yang dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Kajian dilakukan di Western Electric Company Works di Cicero, Illenois.

Uji coba dilaksanakan dengan membagi karyawan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen dikenai berbagai macam intensitas penerangan sementara kelompok kontrol bekerja di bawah intensitas penerangan yang tetap. Para peneliti mengharapkan adanya perbedaan jika intensitas cahaya diubah. Namun, mereka mendapatkan hasil yang mengejutkan: baik tingkat cahaya itu dinaikan maupun diturunkan, output pekerja meningkat daripada biasanya. Para peneliti tidak dapat menjelaskan apa yang mereka saksikan, mereka hanya dapat menyimpulkan bahwa intensitas penerangan tidak berhubungan langsung dengan produktivitas kelompok dan “sesuatu yang lain pasti” telah menyebabkan hasil itu.

Pada tahun 1927, Profesor Elton Mayo dari Harvard beserta rekan-rekannya diundang untuk bergabung dalam kajian ini. Mereka kemudian melanjutkan penelitian tentang produktivitas kerja dengan cara-cara yang lain, misalnya dengan mendesain ulang jabatan, mengubah lamanya jam kerja dan hari kerja alam seminggu, memperkenalkan periode istirahat, dan menyusun rancangan upah individu dan rancangan upah kelompok. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ternyata insentif-insentif di atas lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.

Kalangan akademisi umumnya sepakat bahwa Kajian Hawthrone ini memberi dampak dramatis terhadap arah keyakinan manajemen terhadap peran perlikau manusia dalam organisasi. Mayo menyimpulkan bahwa:
perilaku dan sentimen memiliki kaitan yang sangat erat
pengaruh kelompok sangat besar dampaknya pada perilaku individu
standar kelompok menentukan hasil kerja masing-masing karyawan
uang tidak begitu menjadi faktor penentu output bila dibandingkan dengan standar kelompok, sentimen kelompok, dan rasa aman.

Kesimpulan-kesimpulan itu berakibat pada penekanan baru terhadap faktor perilaku manusia sebagai penentu berfungsi atau tidaknya organisasi, dan pencapaian sasaran organisasi tersebut.

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

Fungsi kedua adalah pengorganisasian atau organizing. Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

Pengarahan atau directing adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).

Pengevaluasian atau evaluating dalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.

Tingkatan manajer

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya.

Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau bahkan mandor (foreman). Satu tingkat di atasnya adalah middle management atau manajemen tingkat menengah. Manajer menengah mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi. Di bagian puncak pimpinan organisasi terdapat manajemen puncak yang sering disebut dengan executive officer atau top management. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (chief executive officer) dan CFO (chief financial officer)

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.

Peran manajer

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu peran antarpribadi, peran informasional, dan peran pengambilan keputusan. Peran antarpribadi adalah peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis. Tiga peran antarpribadi itu meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan penghubung. Peran informasional meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru bicara. Peran ketiga yaitu peran pengambil keputusan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding. Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

Keterampilan manajer

Gambar ini menunjukan keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Keterampilan pertama adalah keterampilan konseptual (conceptional skill). Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja. Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan (humanity skill). Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah. Keterampilan ketiga adalah keterampilan teknis yang pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin dalam bukunya Business 8th Edition menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu keterampilan manajemen waktu dan keterampilan membuat keputusan.

Kemampuan manajemen waktu merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

Keterapilan kedua, yaitu keterampilan membuat keputusan, adalah kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar. (Griffin:2006)

Sarana Manajemen

Man dan machine, dua sarana manajemen.

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.

Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.

Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.

Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.

Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.

Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Prinsip manajemen

Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:
Pembagian kerja (Division of work)
Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
Disiplin (Discipline)
Kesatuan perintah (Unity of command)
Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
Penggajian pegawai
Pemusatan (Centralization)
Hirarki (tingkatan)
Ketertiban (Order)
Keadilan dan kejujuran
Stabilitas kondisi karyawan
Prakarsa (Inisiative)
Semangat kesatuan, semangat korps

Etika manajerial

Etika manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka.

Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business

  1. Perilaku terhadap karyawan
  2. Perilaku terhadap organisasi
  3. Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya




Tugase Pak Hendra TAS Nir Kabel

25 12 2008

1. Sebutkan dan gambarkan beberapa mode yang terdapat dalam perangkat WLAN Access
Point!

Jawab :

1. Root Mode

 2. Bridge Mode

3. Repeater Mode

2. Jelaskan dan gambarkan macam-macam orthogonal channel set!

Jawab :

Tiga Orthogonal Channel Set, yaitu :

  • 2.412 Ghz Channel 1
  • 2.437 Ghz Channel 6
  • 2.462 Ghz Channel 11

Empat Orthogonal Channel Set, yaitu :

  • 2.412 Ghz Channel 1
  • 2.432 Ghz Channel 5
  • 2.552 Ghz Channel 9
  • 2.572 Ghz Channel 13





PROPOSAL KP

18 11 2008

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN
PROPOSAL KERJA PRAKTIK

SISTEM PENGAMATAN KOMPUTER CLIENT
MENGGUNAKAN NET SUPPORT SCHOOL
DI LABORATORIUM KOMPUTER SMP NEGERI 1 MUNGKID

Disusun Oleh:
IQMAL MISRANI
07.0511.0046

PROGRAM STUDI D3 TEKNISI DAPODIK
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2008

A. Ringkasan
1. Judul Penelitian
Sistem Pengamatan Komputer Client menggunakan Net Support School di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Mungkid
2. Bidang Penelitian
Teknik Informatika
3. Nama Pengusul
Nama : Iqmal Misrani
NPM : 07.0511.0046
4. Ikhtisar Penelitian
Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, jaringan komputer sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang. Seperti di sekolah, jaringan komputer digunakan untuk mempermudah dan membantu pembelajaran TIK. Oleh karena itu dibutuhkan suatu system remote dan pengendali komputer client sehingga pembelajaran lebih efektif, lebih efisien dan terkontrol dengan baik. Selain itu, pembelajaran akan lebih mudah dan terkendali sehingga akan membantu kemajuan proses pembelajaran siswa.
5. Tempat Penelitian
Lokasi : SMP Negeri 1 Mungkid
Jalan Raya Blabak – Magelang (0293) 782139
Mungkid 56551
Laboratorium : Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Mungkid
6. Waktu
Penelitian dilakukan selama dua bulan.

B. Pendahuluan
Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai dengan beberapa kilometer.
LAN sering kali digunakan untuk menghubungkan komputer – komputer pribadi dan workstation dalam kantor, perusahaan, instansi sekolah atau pabrik – pabrik untuk pemakaian resource secara bersama ( misalnya, printer, scanner ) dan saling bertukar data maupun informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringannya berdasarkan tiga karateristik: ukuran, teknologi transmisi, dan topologinya.
Menurut topologinya, jaringan LAN di SMP Negeri 1 Mungkid termasuk dalam topologi star atau bintang. Yaitu semua komputer terhubung langsung ke server menggunakan HUB, dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server maka lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan.
Dengan berkembangnya teknologi jaringan LAN di SMP Negeri 1 Mungkid yaitu dengan bertambahnya jumlah client yang terhubung terutama komputer client yang digunakan untuk pembelajaran TIK, maka dibutuhkan suatu sistem pengamatan (remote) untuk mengatur dan memantau kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
Dalam pembelajaran praktik TIK saat ini kegiatan siswa tidak dapat terpantau secara menyeluruh, selain itu ada beberapa siswa yang membuka program selain yang diajarkan. Apalagi dalam lingkup sekolah, ketertiban pemakaian komputer oleh siswa menjadi hal yang sangat penting, mengingat banyak penyalahgunaan pemakaian komputer oleh para siswa terutama saat ber-internet. Selain itu, selama proses pembelajaran dibutuhkan LCD Proyektor untuk menampilkan server dan guru masih harus mendatangi siswa yang belum jelas dan menjelaskannya di komputer masing – masing siswa.
Hal yang diharapkan yaitu selama pembelajaran, kegiatan siswa dapat terpantau semua sehingga siswa yang tidak mengerjakan latihan maupun yang tidak sesuai dengan yang diajarkan dapat diketahui. Guru tidak perlu LCD Proyektor untuk menjelaskan secara klasikal dan guru dapat menjelaskan kepada siswa secara langsung melalui komputer server.
Dengan menggunakan Net Support School sebagai remote diharapkan dapat mengatur dan memantau pemakaian komputer dari hal – hal negatif yang sering dilakukan oleh siswa. Kelebihan dari Net Support School adalah mudahnya penggunaan dan tingkat keamanan yang baik.

C. Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang diambil adalah:
1. Bagaimana konfigurasi LAN Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Mungkid?
2. Bagaimana cara instalasi dan konfigurasi Net Support School sebagai remote control dalam jaringan LAN di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Mungkid?
3. Dapatkah Net Support School sebagai media untuk mengendalikan kegiatan siswa dalam pembelajaran praktik TIK di SMP Negeri 1 Mungkid?

D. Tujuan Penilitian
Tujuan yang ingin dicapai melalui kerja praktik ini adalah:
1. Mengetahui cara pengamatan komputer client dengan remote control menggunakan Net Support School.
2. Mengamati hardware dan software yang mendukung kelancaran aktifitas pembelajaran.
3. Mengendalikan dan memantau kegiatan pembelajaran TIK dan memudahkan guru dalam mengajar.
4. Memberikan solusi permasalahan yang ada guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran

E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan daam penelitian ini adalah:
1. Dapat memudahkan bagi siswa dan guru pengajar dalam proses belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal.
2. Memudahkan pengamatan (remote) terhadap kegiatan siswa selama praktik TIK.
3. Dapat menyajikan bahan ajar yang menarik, efektif, dan efisien dengan menggunakan sistem komputerisasi.

F. Asumsi – asumsi
Asumsi -asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Penggunaan Net Support School sebagai sistem pengamatan.
2. Guru akan lebih mudah dalam menerangkan dan siswa lebih mudah dalam kegiatan pembelajaran komputer.
3. Dengan menggunakan Net Support School pembelajaran komputer lebih terkendali dan terpantau dengan baik.

G. Studi Pustaka
1. Penelitian Relevan
a. Penelitian pembelajaran e-learning menggunakan software Net Support School yang dilakukan oleh Andi Afifuddin guru MTs.Tholabuddin – Masin, Batang tahun 2007 dengan judul Penggunaan Metode E-Learning Dalam Proses Belajar Mengajar Di Sekolah Pada Mata Pelajaran TIK Tingkat SMP yang di dalamnya terdapat pernyataan NSS digunakan untuk memantau komputer client dan untuk menampilkan kegiatan server yaitu perintah show di monitor client, sehingga memudahkan siswa menerima penjabaran dari guru.
b. Makalah Pembelajaran E-Learning yang disusun oleh Puspa guru SMP Negeri 5 Bogor tahun 2008, yang didalamnya terdapat pernyataan saat ini model pembelajaran yang mengandalkan teori saja tidak cukup, dengan menggunakan Net Support School guru bisa meremote komputer client dan menerangkan pelajaran melaui komputer server.
c. Penelitian kerja praktik yang dilakukan oleh Irisianto Wachid, mahasiswa jurusan Teknik Informatika Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur tahun 2008 dengan judul Membangun Jaringan Komputer Pada Universitas yang didalamnya terdapat pernyataan bahwa jaringan komputer sangat diperlukan dalam proses pembelajaran dan pelayanan mahasiswa maupun dosen.
2. Network ( jaringan )
Yang dimaksud dengan jaringan komputer adalah jika ada beberapa komputer yang saling berhubungan satu sama lain dan dapat menggunakan perangkat lain secara bersamaan (Bunafit Nugroho, 2005)
3. Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama sama menggunakan hardware / software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya misalnya CDROM, Printer, pertukaran file, atau memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Komputer yang terhubung tersebut, dimungkinkan berhubungan dengan media kabel, saluran telepon, gelombang radio, satelit, atau sinar infra merah.
4. Topologi Jaringan Komputer
a. Topologi Mesh
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.
b. Topologi Star ( Bintang )
Pada topologi Star masing masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antar workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan topologi Star ini adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
c. Topologi Bus
Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.
d. Topologi Tree ( Pohon )
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
e. Topologi Ring ( Cincin )
Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain : tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam system.
5. LAN ( Local Area Network )
LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas di dalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi di atas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama.LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.
6. NIC ( Network Interface Card )
Kartu Jaringan (NIC) merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara komputer, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Beberapa komputer seperti komputer MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada computer notebook ada slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot. Kartu jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah : kartu jaringan Ethernet, LocalTalk konektor, dan kartu jaringan Token Ring. Yang saat ini populer digunakan adalah Ethernet.
7. HUB
Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi bintang, kabel twisted pair ( UTP ) datang dari sebuah workstation masuk kedalam hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju. Ciri-ciri yang dimiliki Hub adalah :
a. Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45
b. Digunakan pada topologi Bintang / Star
c. Biasanya di jual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur manjemen port tersebut.
d. Biasanya di pasang pada rak khusus, yang didalamnya ada Bridges, router.
8. Server
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.
9. Client
Sebuah komputer disebut host atau client jika dalam satu sistem jaringan komputer bertindak sebagai node atau komputer yang selalu melakukan permintaan data maupun sumber daya lain kepada komputer server.
10. Net Support School ( NSS )
Software ini dibuat untuk memudahkan para pengajar di sekolah dalam hal pemberian tutorial pembelajaran yang praktis.
Net Support School merupakan software jaringan yang bekerja pada satu local area network yang berfungsi untuk melakukan monitoring terhadap client, mengontrol tindakan client, mengirim pesan kepada client, menampilkan tampilan server pada client ( show ) serta dapat juga untuk test secara online data. Software ini sangat berguna di sebuah sekolah karena selain dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh siswa tanpa harus keliling ruangan juga dapat digunakan untuk menghidupkan atau mematikan komputer client dari komputer server sehingga menghemat energi.
Software ini mengizinkan para pengajar untuk memberikan pelajarannya secara terorganisir dan terkontrol. Misalnya dalam aplikasi Internet, pengajar dapat melakukan blok koneksi ke internet. Tak hanya itu saja, tampilan software ini user friendly, sehingga menambah kenyamanan bagi user yang sudah terbiasa dengan sistem operasi Windows. Untuk komunikasi, tool ini juga menyediakan fasilitas message dan chat sehingga pengajar dan siswa dapat melakukan tanya jawab saat pelajaran maupun sudah di luar jam pelajaran.

H. Metodologi Penelitian

1. Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan masukan – masukan terhadap masalah yang akan diteliti. Studi pendahuluan dilakukan sebagai awal dalam mengamati suatu objek penelitian yang akan dibuat guna mengetahui tentang objek yang diteliti..
2. Studi literatur
Studi literatur dilakukan guna mencari dan mengetahui teori-teori mengenai objek penelitian secara umum dan prosedur – prosedur penulisan penelitian sehingga mendukung pelaksanaan penelitian.
3. Studi Lapangan
Studi lapangan dilakukan dengan cara penelitian langsung terhadap objek serta untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian. Observasi perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat yang nantinya akan sangat berpengaruh terhadap hasil dari penelitian yang telah dilakukan.
4. Perumusan Masalah
Dengan adanya masalah-masalah yang telah dirumuskan diharapkan penelitian yang dibuat tidak menyimpang dari tujuan yang hendak dicapai. Perumusan masalah yang diambil adalah tentang system remote computer client menggunakan NSS di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Mungkid.
5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan hasil yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan berdasarkan permasalahan yang diambil. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah system remote computer client yang bertujuan mempermudah pembelajaran yaitu pembelajaran yang terorganisir dan terkontrol.
6. Pengumpulan Data
Data data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data sekunder yaitu data yang bukan diusahakan sendiri oleh peneliti. Data-data tersebut diperoleh dari buku atau sumber yang sudah tersedia.
7. Pengolahan Data
Dari data data yang terkumpul kemudian diolah. Dari data tersebut kemudian dilakukan konfigurasi Net Support School untuk mengamati pebelajaran TIK di SMP Negeri 1 mungkid.
8. Analisis
Hasil dari pengolahan data-data tersebut adalah mengorganisir system pembelajaran computer sehingga pembelajaran lebih efektif dan terkontrol.
9. Pengujian
Berdasarkan konfigurasi yang telah dilakukan, dilakukan pengujian terhadap jaringan Lan yang telah dikonfigurasi. Kemudian apakah NSS sudah dapat berjalan baik dalam jaringan tersebut.
10. Pengembangan
Melakukan pengembangan dari system yang sesuai dan telah diuji.
11. Kesimpulan
Dengan melihat hasil penelitan yang dilakukan maka dapat dibuat kesimpulan. Sistem remote yang berfungsi untuk mengamati aktifitas siswa dalam mengoperasikan computer.

I. Daftar Pustaka
Arifin, Zaenal. 2004. Dasar Teknik Instalasi Jaringan Komputer. Yogyakarta: Andi
Nugroho, Bunafit. 2005. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Windows dan Linux. Yogyakarta: Andi
Ardiyansah, Dian. 2004. Teknologi Jaringan Komputer. Jakarta: Ilmu Komputer.
http://cecep-suradi.blogspot.com/2006/07/netsupport-school-8-mengatur-jaringan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan
J. Jadwal Penelitian

K. Usulan Dosen Pembimbing
Pembibing I : Ir. Moehammad Aman, MT
Pembibing II : Purwono Hendradi, M.Kom

L. Pengesahan

Mengetahui,
Program Studi Teknik Informatika
Ketua,

Nuryanto, ST, M.Kom
NIS.987008138

Pengusul

Iqmal Misrani
NPM. 07.0511.0046





5 Langkah Mengganti Logo Google dengan Nama Anda

31 07 2008

like me??

like me??

Jika Anda bosan dengan tampilan logo tersebut, Anda bisa membuat halaman seperti Google dengan nama Anda. Caranya sangat mudah. Cukup klik-klik saja logo dan style yang diinginkan, dalam sekejap Anda akan bisa memiliki halaman mesin cari seperti Google dengan nama Anda. Simak langkahnya:

1. Buka situs http://www.funnylogo.info/create.asp
2. Masukan nama yang Anda inginkan pada situs tersebut.Seperti Contoh:iQmal Misrani
3. Tentukan style tulisan yang diinginkan, misal: Google Style.
4. Klik “Create My Search Engine”.
5. Setelah itu akan muncul tampilan “Situs Google” dengan logo yang kita inginkan.

Untuk membuat tampilan tersebut menjadi halaman default ketika Anda membuka browser, copy alamat yang tertera pada Address.

Untuk Browser Internet Explorer (IE):
1. Klik menu Tools – Internet Options
2. Pilih tab General, lalu ubah field Home Page dengan alamat tersebut.

Untuk Browser Mozila:
1. Klik menu Tools – Options
2. Pilih tab Main, lalu ubah field Home Page dengan alamat tersebut.
3. Pada field When Firefox starts, pilih settingan Show my home page, lalu klik OK.

Setelah semua langkah dilakukan, Anda bisa mencoba membuka browser dan melihat hasilnya.





gOOd tiPs

29 07 2008

7 Kiat Membangun Bisnis Online
Fino Yurio Kristo – detikinet


Ilustrasi (ist).

Jakarta – Bisnis di internet kian menjanjikan. Ingin ikut serta menjual jasa atau barang Anda di dunia maya? Simak langkah awal membangun bisnis online berikut ini seperti dikutip detikINET dari Independent, Senin (9/6/2008).

1. Rancang Bisnis dengan Cermat

Rancang rencana bisnis online Anda dengan cermat. Pertimbangkan segala aspek seperti target pasar, kemampuan pesaing, sumber daya, bagaimana membangun loyalitas konsumen atau menjalin kemitraan strategis. Pakai referensi memadai, misalnya belajar dari situs bisnis di internet.

2. Temukan Sasaran Pasar Spesifik

Bisa jadi ide bisnis online Anda brilian, namun itu tak ada artinya jika tidak ada sasaran pasar yang spesifik. Temukan celah pasar yang belum digarap pesaing. Jika Anda bertarung dengan pemain besar, pastikan bisnis Anda memiliki diferensiasi yang menarik konsumen.

3. Cari Sumber Keuangan

Rencanakan dari mana Anda akan mendapat modal sebagai sumber dana bisnis online. Pinjaman bank bisa jadi pilihan yang baik. Jangan lupa untuk membuat administrasi keuangan yang rapi sehingga arus keluar masuk tampak jelas.

4. Buat Situs yang Handal

Anda memang bisa memanfaatkan blog yang gratis untuk memulai bisnis. Namun jika berniat serius, belilah domain dan sewa perancang situs yang handal. Pastikan situs Anda tidak rumit, memudahkan pengakses serta selalu update.

5. Promosi Jitu

Salah satu aspek terpenting dalam bisnis online adalah promosi yang jitu. Bisa dicoba bermacam metode, misalnya via Google AdWords di mana pengiklan hanya membayar sesuai jumlah pengakses situsnya. Manfaatkan pula e-mail atau situs jejaring untuk mempromosikan bisnis Anda pada banyak orang.

6. Permudah Transaksi Konsumen

Konsumen harus dimudahkan dalam melakukan transaksi dan pemesanan di situs Anda. Berikan pula tingkat keamanan situs yang memadai sehingga konsumen percaya detail identitas mereka tidak bocor. Tanpa transaksi dari konsumen, bisnis Anda pasti ambruk.

7. Motivasi untuk Terus Maju

Selalu butuh waktu agar bisnis internet berkembang. Sebagai entrepeneur online, Anda perlu energi, antusiasme, determinasi, dan gairah untuk maju. Perlu disadari bahwa sukses besar di bisnis internet cukup langka. Namun tak perlu pula kecil hati karena cerita kesuksesan bisnis online sudah amat banyak.





Tips & Tricks

15 03 2008

2 Langkah Melindungi ‘Data Rahasia’ di Situs Web
Penulis: Ahmad Suwandi – detikinet


ilustrasi (sxc.hu)

Jakarta – Dalam sebuah hosting atau web server, seringkali ditemui banyak folder-folder. Kebanyakan berupa folder penyimpanan Content Management System (CMS) atau aplikasi dan plugins.

Namun, adakalanya juga seorang user menyimpan data dalam folder di web server atau hosting. Tujuannya, untuk berbagi file dengan orang lain.

Misalnya, Anda meletakkan dalam folder Data_Rahasia. Kemudian link atau URL lokasinya dibagi ke orang lain agar bisa diunduh. Alamatnya adalah www.webanda.com/Data_Rahasia/.

Fenomena yang (sayangnya) kerap dilakukan di situs ‘pelat merah’ ini sebenarnya sangat beresiko. Bisa jadi, dengan bantuan mesin pencari, data yang kita simpan diambil oleh orang yang tidak diharapkan.

Untuk mencegah hal itu, ada sebuah cara yang bisa digunakan. Hanya dengan membuat sebuah file sederhana. Sebuah file yang lazim dikenal dengan nama .htaccess.

Dengan file .htaccess, maka file dalam folder penyimpanan tidak bisa dibuka melalui browser. Hanya bisa dibuka menggunakan aplikasi File Transfer Protocol (FTP) atau melalui fitur File Manager dalam control panel hosting.

Berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama, membuat file .htaccess.

  • Bukalah aplikasi editor teks yang biasa Anda pakai.
  • Pengguna Windows bisa menggunakan Notepad, pengguna Linux bisa menggunakan Text Editor atau perintah vi dalam console mode. Sedangkan pengguna Mac bisa menggunakan TextEdit.
  • Isikan baris-baris perintah ini:
AuthType Basic
AuthName “Test .htaccess”
Require user test
  • Simpan file ini dengan nama .htaccess. Jika tidak diizinkan oleh sistem operasi Anda menyimpan file bernama .htaccess, simpan saja dalam nama yang lain.

Kedua, upload file .htaccess dalam folder yang ingin Anda lindungi.

  • Dalam hal ini di www.webanda.com/Data_Rahasia/.
  • Upload biasanya dilakukan menggunakan FTP.
  • Setelah selesai, ubah nama file menjadi .htaccess.

Reset Admin Password di WinXP

Cara Pertama
1.Kalau bisa akses ke komputernya, gunakan tools ini lebih mudah.
2.http://home.eunet.no/~pnordahl/ntpasswd/
3.Download toolsnya, burn ke cd /usb / taro dalam disket.
4.boot dengan media diatas tersebut, lalu ikutin wizardnyaCara Kedua
Langkah-Langkah :
- Hidupkan PC, masuk ke Safe Mode Windows, (ketika PC dalam keadaan POST (Power On Self Test, Press F8)
- Login ke salah satu user non administrator yg tanpa passwd atw yg inget passwd-nya.
- Setelah masuk ke OS, pilih start -> run -> ketik CMD .
- Setelah masuk ke command prompt, ketik C:\Windows\System32
- Demi keamanan back up file bernama logon.scr, ketik copy logon.scr to logon.bak
(nama file back up bebas)
- Buat back up cmd.exe, ketikkan copy CMD.EXE logon.scr
- Ubah password administrator, di direktori c:\windows\System32,
ketik net user administrator passwordbaruku
- Muncul pesan, password berhasil di update
- Restart pc,
- Pada beberapa konfigurasi system operasi cara ini tidak berhasil dijalankan.,
- Solusi lain pake utility seperti solusi pertama.
Free Music

Free Music

Free Music





Hello world!

27 02 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!